|
20
April 2007,
MT Admin
Pesta
demokrasi pemilihan raya Calon Presiden dan Wakil Presiden
Pemerintahan Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN)
Alawashliyah Priode 2007-2008 telah berakhir pada hari kamis
19 April 2007 dengan mengantarkan Khairussaid Fauzi dan Edi
Zulfikar terpilh sebagai Presiden dan Wakil Presiden dengan
suara terbanyak, mengungguli 3 kandidat calon. Demikian Humas
UMN Al-Washliyah Ir. Zulkarnain Lubis mengatakan dalam siaran
pressnya.
Pemilu Raya
untuk memilih Calon Presiden dan Wakilnya dalam Pemerintahan
Mahasiswa (Pema ) UMN Alwashliyah ini, dilakukan dengan
terkoordinir, dimana para kandidat hams bisa dicalonkan
minimal 50 orang mahasiswa sehingga para kandidat dapat maju
sebagai calon dalam pemilihan raya.
Tepat pukul
22.30 wib perhitungan suara selesai dibacakan dan akhirnya
Khairussaid Fauzi A. Harahap dan Edi Zulfikar memenangkan
perolehan suara terbanyak yakni 363 suara, sedangkan kandidat
lain calon No. 2 Hasanul Arifin dan Juana Situmorang
memperoleh suara 87, No. 3 M.Nizar dan Prayogi memperoleh 310
suara dan calon No. 4 Mardian Syahputra / Imam Sudiar
memperoleh suara 135. Kita juga prihatin karena ada sekitar
7000 orang mahasiswa aktif yang memberikan hak suaranya hanya
1286 suara. Lanjut Zulkarnain.
Sementara itu
Dian Yudistira, Presiden mahasiswa 2006-2007 mengatakan
kiranya PEMA yang terpilih dapat meneruskan kegiatan atau
program kerja PEMA tahun lalu, sehingga tidak dimulai dari
awal kembali, dan agar terus berkembang. Diharapkan PEMA yang
baru dapat menyalurkan potensi dan kreativitas mahasiswa
dengan baik. Untuk PEMA Universitas agar dapat bekerjasama
dengan PEMA fakukltas agar kegiatan demi kegiatan berjalan
dengan sinergis.
Menurut Fauzi,
dalam minggu pertama setelah pelantikan, mencoba untuk
memanggil teman2 yang memiliki potensi besar untuk bergambung
menyusun kabinet. Untuk menentukan kebinet maka PEMA akan
menggalang kesemua Fakultas, dan akan mengandung teman-teman
yang kalah dalam pemilihan agar dapat menyatukan visi-misi
membangun kampus UMN Al Washliyah.
Progma kerja
akan dilakukan masa perecobaan selama 3 bulan, dan apabila
tidak tercapai program kerja tersebut maka Presiden dan Wakil
bersedia mengundurkan diri. Pema akan menjalin hubungan dengan
para Gubernur Fakultas, karena untuk jalur politik, pada tata
laksana yang disepakati bahwa Gubernur Fakultas dengan PEMA
Universitas harus memiliki kerjasama yang telah diatur. Kata
Fauzi.
Khairussaid
juga menambahkan, harapannya dengan mahasiswa 'agar mampu
mengubah pola fikir, dan ini akan merubah bagaimana
memanfaatkan kondisi kampus dengan tidak hanya datang duduk
diam dan pulang tapi berusaha berperan aktif dari segi
kegiatan yang dilakukan oleh PEMA kedepan'. Begitu juga
harapan dengan kelembagaan, kiranya lembaga Universitas
membuat buku pedoman mahasiswa, untuk mengatur tata krama
mahasiswa.
|